Buku-buku Ajip Rosidi Terbitan Nuansa
1. Roro Mendut.
Diterbitkan pertama kali pada 1961 ohingga cetakan keempat pada 1985 oleh Gunung Agung, buku ini pada 2008 diterbitkan kembali oleh Nuansa sebagai cetakan kelima. Ini adalah kisah percintaan Roro Mendut dan Pronocitro hingga titik darah penghabisan. Keinginan hidup bersama di dunia terhalang oleh keris Tumenggung. Karya ini merupakan saduran dari cerita Roro Mendut dan Pronocitro karya R Ng Ronggosutrasno pada 1820. Ia menggunakan karya dalam bahasa Jawa dan membandingkannya dengan karya terjemahannya dalam Indonesia. Ajip merombaknya di sana-sini, menambah dan mengurangi.
2. Candra Kirana.
Inilah buku terbaru Ajip. Diterbitkan perama kali pada 2008 oleh Nuansa, Candra Kirana merupakan saduran dari cerita panji. Raden Panji adalah putra mahkota Kerajaan Janggala. Ia yang dijodohkan dengan Dewi Sekar Taji dari Kerajaan Kadiri, memilih jatuh cinta pada Dewi Anggraeni, gadis desa. Apa yang dilakukan Raja Janggala melihat penentangan putra mahkotanya itu? Bagaimana upaya menyatukan kembali Janggala dan Kadiri? Bagaimana nasib Dewi Anggraeni demi ambisi menyatukan dua kerajaan yang sebelumnya merupakan satu kerajaan itu?
3. Badak Pamalang.
Ajip Rosidi menceritakan kisah Badak Pamalang ini secara apa adanya berdasarkan pantun-pantung dari Sukabumi, Kuningan, Subang, dan Sumedang. Buku yang diterbitkan perdana pada 1975 dan terbit ulang pada 2008 ini tidak ditulis sebagai versi baru berdasarkan visi penulis. Buku ini berkisah tentang bayi yang lahir sangat mulus. Diberi berbagai nama, tetap saja tak cocok baginya, hingga ia disepak dan terlontar ke angkasa.
4. Sang Kuriang Kesiangan.
Dicetak perdana pada 1961, pada 2007 Nuansa menerbitkan ulang. Inilah legenda asal mulanya Gunung Tangkuban Parahu, di Lembang, Jawa Barat. Kisahnya, Sang Kuriang jatuh cinta pada seseorang, yang ia tidak tahu bahwa orang itu adalah ibunya. Sang Bunda yang mengetahui belakangan, memberi syarat agar Sang Kuriang tak jadi suaminya. Apa yang menyebabkan Sang Kuriang harus menendang perahu hingga terbalik?
5. Purba Sari Ayu Wangi atawa Lutung Kasarung
Nyi Purba Sari Ayu Wangi adalah tujuh bersaudara. Tapi, enam suadaranya bersekonngkol menyingkirkannya. Inilah kisah kebenaran melawan kebatilan. Keadilan melawan ketidakadilan. Purba Sari adalah sosok yang tidak manja. Padahal dia anak bungsu lho. Kehadiran Lutung Kasarung (kera) ikut membantunya mengatasi penderitaan. Ajip Rosidi mengisahkan kembali cerita rakyat Sunda yang dulu dianggap paling keramat ini. Cetakan pertama pada 1962, dan pada 2008 memasuki cetakan ke-8.
6. Ciung Wanara.
Ajip Rosidi menulis kisah ini pada 1961, dan diterbitkan ulang pada 2007. Ciung Wanara adalah cerita rakyat Jawa Barat. Berkisah tentang Ciung Wanara yang berkelana mencari orang tuanya. Ciung Wanara adalah putra Raja Galuh, yang dibuang, karena ibunya mendapat fitnah dari istri lain Raja Galuh itu.
7. Jalan ke Surga atawa Si Kabayan.
Ini adalah buku kumpulan cerita rakyat Sunda. Ada sosok Si Kabayan yang dikenal sebagai pemalas, ada pula cerita-cerita fabel. Inilah kumpulan nilai-nilai moral yang masih berguna untuk masa kini. Ada 15 cerita yang disusun di buku ini. Ajip Rosidi menuliskan ulang dengan gaya ringan. Diterbitkan perdana pada 1961 oleh Gunung Agung, dan pada 2008 ini, Nuansa mencetaknya kembali.
8. Mundinglaya Di Kusumah.
Mundinglaya adalah putra Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi. Ia sering mendapat hinaan. Mundinglaya harus berada di penjara, dan di sanalah ia menyucikan diri, sehingga ia bisa menemukan layangan Salaka Emas yang diimpikan Prabu Siliwangi. Padahal, layangan Salaka Emas itu dikuasai oleh Guriang Tujuh yang sakti mandraguna. Bagaimana Mundinglaya menaklukkan Guriang Tujuh? Ajip Rosidi menceritakannya kembali cerita rakyat Sunda ini untuk Anda lewat buku yang diterbitkan pertama kali pada 1961 itu, dan diterbitkan ulang pada 2007 oleh Nuansa.
Republika, Minggu, 02 Maret 2008
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=325608&kat_id=319







Bapak saya mengclaim sebagai keturunan di Kusumah. makanya semua anak dan cucu dibelakang nama asli menerapkan nama di Kusumah. Ingin lebih jauh tahu tentang mundinglaya di Kusumah ? apa dan bagaimana tentang di Kusumah. Rasa2 nya bapak saya pernah menunjukan silsilahnya (kalau tidak salah dari majalah violetta sekitar tahun 70′an).
Aya nu tiasa bantos. Nuhun
Oleh: Jaya di Kusumah on Februari 9, 2009
at 3:38 pm
tolong email saya kalau adfa yg tahu legenda tentang NYI SEKAR WANGI ..thanks
Oleh: nova on Februari 21, 2009
at 7:26 pm
krim email ke alamat ini: balijasmine@yahoo.com
siapa yg tahu tentang legenda Nyi sekar wangi ..trims
Oleh: nova on Februari 21, 2009
at 7:29 pm
kalo ada yang punya cerita tentang wali songo, tolong kirim email ke alamat email saya….
trims….
Oleh: asih on Maret 19, 2009
at 2:06 pm
kalo ada yang punya cerita tentang kabayn lebih banyak, tolong kirim ke alamat email saya
asihpurnamasari@yahoo.com
Oleh: asih on Maret 19, 2009
at 2:09 pm
tolong klo ada yang tau tentang guriang tujuh, kirim email aja yah..please..makasih..
Oleh: alik maulana on April 8, 2009
at 1:21 am