<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Persinggahan Taufan Hidayat</title>
	<atom:link href="http://taufanhidayat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://taufanhidayat.wordpress.com</link>
	<description>Tak ada keyakinan tanpa pengetahuan, tak ada Surga tanpa tindakan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jan 2009 21:38:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='taufanhidayat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/03504c776f23880fa67bf6cd6a3fb509?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Persinggahan Taufan Hidayat</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Surat para Rabbi Yahudi kepada Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/13/surat-para-rabbi-yahudi-kepada-sekjen-hizbullah-sayid-hassan-nasrallah/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/13/surat-para-rabbi-yahudi-kepada-sekjen-hizbullah-sayid-hassan-nasrallah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 21:32:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sikap]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina dan Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/13/surat-para-rabbi-yahudi-kepada-sekjen-hizbullah-sayid-hassan-nasrallah/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Rakyat Lebanon yang Terhormat,
Assalamu Alaikum,
Semoga rahmat Yang Mahakuasa bagi kalian semua, keluarga kalian, dan seluruh saudara kami yang mulia di Lebanon.
Kami berbicara kepada kalian sebagai suara Yahudi sejati, umat Yahudi yang setia kepada ajaran Taurat dari Yang Mahakuasa, di seluruh dunia.
Kurang daripada sebulan yang lalu kami menyampaikan sebuah surat terbuka kepada Dr. Al-Zahar, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=178&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kepada Rakyat Lebanon yang Terhormat,</p>
<p>Assalamu Alaikum,<br />
Semoga rahmat Yang Mahakuasa bagi kalian semua, keluarga kalian, dan seluruh saudara kami yang mulia di Lebanon.</p>
<p>Kami berbicara kepada kalian sebagai suara Yahudi sejati, umat Yahudi yang setia kepada ajaran Taurat dari Yang Mahakuasa, di seluruh dunia.</p>
<p>Kurang daripada sebulan yang lalu kami menyampaikan sebuah surat terbuka kepada Dr. Al-Zahar, dan masyarakat Gaza sekaligus seluruh rakyat Palestina. Dalam surat ini, dengan pertolongan Yang Mahakuasa, kami menyampaikan kepedihan, duka-cita, dan kekecewaan kami dalam kaitan dengan kekejaman yang dilakukan oleh negara &#8220;Israel&#8221; yang ilegal (berdasarkan atas hukum-hukum Taurat, hukum umat Yahudi).<span id="more-178"></span></p>
<p>Kami menyatakan bahwa kami telah menulis kepada Dr. Al-Zahar secara personal untuk menyampaikan belasungkawa dan simpati kami atas kehilangannya. Kami lebih jauh menyatakan bahwa sejujurnya kami menyampaikan belasungkawa kepada setiap keluarga yang menderita kerugian dan kehilangan karena tangan-tangan iblis ini, negara Zionis &#8220;Israel&#8221;. Apa yang seharusnya kami nyatakan adalah bahwa kami<br />
semestinya secara pribadi menulis dan mengunjungi setiap penduduk Gaza dan seluruh bangsa Palestina untuk menyampaikan perasaan hati kami dan seluruh kedukaan kami, yang merasakan penderitaan bangsa yang tidak berdosa ini di tangan sebuah entitas, yang telah dinyatakan dan ditetapkan oleh Taurat yang suci dan autoritas kerabbian kami sebagai sepenuhnya terlarang.</p>
<p>Lebih jauh, seluruh rakyat Palestina, kerabat, dan keturunan mereka, yang tersebar di seluruh dunia, harus mendengarkan dan merasakan empati kami, dukungan kami, dan doa kami kepada Yang Mahakuasa bagi mereka. Pada akhirnya, kami menyadari bahwa setiap orang dari bangsa ini telah dipengaruhi secara emosional oleh negara Zionis itu.</p>
<p>Kepada yang terhormat, Sayid Hassan Nasrallah, perasaan kami kepada rakyat Lebanon juga persis sama.</p>
<p>Kami telah mendengar anda berbicara baru-baru ini pada pemakaman Tuan Imad Mughniyah dan dalam banyak kesempatan sebelumnya. Maka, kami mengetahui bahwa anda dan organisasi anda sepenuhnya menyadari adanya perbedaan yang tegas antara Zionisme dan Yudaisme, dan terdapat banyak orang Yahudi, apakah mereka yang berada di Palestina atau di seluruh dunia, yang sepenuhnya menentang Zionisme dan negara &#8220;Israel&#8221;.</p>
<p>Delegasi para rabbi kami telah menjadi tamu di negeri anda yang agung, Lebanon, dan telah dijamu oleh organisasi anda, Hizbullah. Kami di sana dalam rangka menghadiri Konferensi Persekutuan Parlemen Internasional bagi Pembelaan Nasib Palestina.</p>
<p>Penghormatan yang diberikan kepada kami sungguh di luar perkiraan. Pada saat itu, berkat Yang Mahakuasa, kami berkesempatan untuk secara langsung menyaksikan dan mengalami, fakta bahwa bangsa Arab dan umat Muslim, meskipun mengalami penderitaan panjang di tangan Zionisme, ternyata tidak lantas menjadi korban pengaruh jahatnya.</p>
<p>Ke mana pun kami pergi, kami menerima kasih-sayang dan persahabatan.<br />
Perhatian kepada kenyamanan kami ke mana pun kami berkunjung di Lebanon adalah prioritas utama dari setiap individu. Saat itulah, kami menyaksikan apa yang mereka derita akibat pendudukan Zionis. Kami terkejut dan sangat menghargai karena semua yang ditunjukkan kepada kami dari penderitaan-penderitaan itu sama sekali tidak disertai tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada para rabbi kami atau kepada bangsa Yahudi secara keseluruhan.</p>
<p>Bangsa Arab dan umat Muslim jelas masih mengingat bahwa kami tidak memiliki konflik agama dan bahwa kami telah hidup bersama secara harmonis selama ribuan tahun. Banyak dari mereka yang memahami adanya perbedaan antara Zionisme dan Yudaisme.</p>
<p>Izinkan kami menyebutkan tiga contoh pengalaman yang sangat inspiratif, yang kami dapatkan di Lebanon, yang telah meninggalkan kesan mendalam di dalam hati kami.</p>
<p>Kami berkunjung ke pusat penjara Khiam dan menyaksikan betapa kejamnya penyiksaan-penyiksaan yang rakyat Lebanon alami selama bertahun-tahun, dan yang dunia abaikan begitu saja. Kami telah mendengar bahwa Zionis menghancurkan penjara itu pada invasi terakhir mereka atas Lebanon, dengan tujuan menghancurkan ingatan akan penyiksaan-penyiksaan itu.</p>
<p>Kami juga mengunjungi sisa-sisa kamp pengungsi Sabra dan Shatilla; kami berbicara kepada pengungsi Palestina di sana dan menyalakan lilin di Martyrs Square, dimana pembantaian yang terkenal itu terjadi. Di kedua tempat itu, air mata kami menetes atas penderitaan tragis yang terjadi dan bertentangan dengan setiap logika hak asasi manusia.</p>
<p>Kami juga berkesempatan untuk menggelar unjuk rasa terhadap Zionisme dan negara &#8220;Israel&#8221;, tepat di seberang pendudukan Zionis, di gerbang Fatima, titik yang menghubungkan Lebanon dengan pendudukan Zionis. Tentu saja, sudah banyak saudara kami yang tinggal di dalam pendudukan Zionis yang terus melakukan unjuk rasa terhadap rezim itu dari dalam dan menanggung risiko yang sangat besar. Mereka secara brutal dipukuli dan ditahan.</p>
<p>Kami juga ingin memberi tahu anda dan saudara kami, rakyat Lebanon,<br />
bahwa ketika Israel menginvasi Lebanon, masyarakat Yahudi di seluruh<br />
dunia turut serta dalam demonstrasi-demonstrasi demi mendukung rakyat<br />
Lebanon. Di Kanada, Inggris, dan AS, kami dari komunitas relijius<br />
Yahudi menghadirkan rabbi-rabbi yang berbicara pada semua unjuk rasa<br />
itu untuk mengekspresikan kecaman dan perlawanan kami kepada serangan<br />
kejam dan brutal atas Lebanon. Ini di luar demonstrasi-demonstrasi<br />
yang digelar secara mandiri oleh komunitas-komunitas Yahudi secara global.</p>
<p>Kami dengan penuh kerendahan hati memohon kepada yang mulia Sayid Hassan Nasrallah untuk menerima kata-kata kami dan menyampaikan pesan ini kepada rakyat Lebanon dan para pengungsi Palestina di negeri anda.</p>
<p>Izinkan kami mengulangi bahwa kami berbicara kepada anda sebagai suara<br />
Yahudi sejatiï¿½umat Yahudi yang setia kepada ajaran Taurat dari Yang Mahakuasa, di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Meskipun terbatas dalam menyampaikan perasaan kami yang terdalam, hanya dalam rangkaian kata, kami umat Yahudi dengan kerendahan hati ingin menyampaikan kepada anda, kepada rakyat Lebanon, Gaza, dan seluruh bangsa Palestina, segelintir kata sebagai upaya menyampaikan dukungan, duka-cita yang mendalam, dan simpati bahwa kami semua merasakan apa yang kalian rasakan dalam saat-saat yang paling tragis dan traumatis ini.</p>
<p>Sekali lagi, izinkan kami mengatakan bahwa akan lebih pantas dan layak jika kami secara personal menulis dan berbicara kepada setiap korban dari negara Zionis &#8220;Israel&#8221;.</p>
<p>Semoga kata-kata yang sederhana dan sedikit ini bisa menjadi pesan yang melipur lara, menjalin persahabatan, dan memberikan dukungan kepada anda, rakyat Lebanon, dan kepada warga Gaza serta seluruh bangsa Palestina.</p>
<p>Umat Yahudi sejati di seluruh dunia, tentu saja termasuk mereka yang berada di seluruh wilayah Palestina, dengan pertolongan Yang Mahakuasa, tidak akan pernah menerima ideologi Zionisme dan tidak akan pernah mengakui realisasi dari rencana bid&#8217;ahnya, yaitu negara &#8220;Israel&#8221;.</p>
<p>Ikatan kami yang sesungguhnya adalah kepada Yang Mahakuasa dan Taurat-Nya. Posisi moral kami adalah bahwa kami diperintahkan untuk meniru Yang Mahakuasa, &#8220;Jika Yang Mahakuasa adalah Yang Maha Pengasih, maka kami akan menjadi umat yang pengasih.&#8221; Kami selalu dan akan selalu, dengan pertolongan Yang Mahakuasa, untuk tetap memisahkan diri dari kesesatan dan kehendak iblis ini, yakni &#8220;Zionisme dan negara Israel&#8221;.</p>
<p>Izinkan saya mengingatkan anda, bahwa Yang Mahakuasa secara eksplisit telah memerintahkan kepada kami, umat Yahudi, sejak penghancuran Kuil, sekitar dua ribu tahun silam, untuk bertingkah-laku rendah hati dan setia kepada setiap negeri dimana kami tinggal. Lebih jauh, kami dilarang untuk melakukan pemberontakan terhadap setiap bangsa, kami tidak berupaya untuk mengakhiri periode pengasingan kami. Kami dilarang untuk mendirikan negara atau entitas eksklusif bagi kami sendiri.</p>
<p>Kami berdoa bagi kalian, semoga kita semua bisa menanti hingga hari dimana Yang Mahakuasa akan menunjukkan kejayaan di seluruh dunia.</p>
<p>Pada hari itu, semua umat manusia, akan datang ke Tanah Suci, dalam harmoni dan persaudaraan, demi mengabdi kepada Yang Mahakuasa dalam perdamaian.</p>
<p>Sekitar seratus tahun lalu, Zionis tiba di Palestina dalam rangka merealisasikan mimpi mereka, yakni mentransformasi Yudaisme dari sebuah agama kepada nasionalisme. Dan saat itu dimulailah sebuah sejarah pahit pemberontakan melawan Tuhan, yang pada akhirnya berwujud dalam negara ilegal &#8220;Israel&#8221;.</p>
<p>Sejak penciptaan negara &#8220;Israel&#8221;, rakyat Palestina dan rakyat Lebanon terus menanggung derita yang tak terperikan. Mereka ditindas, dipukuli, dibunuhi, dihinakan, dan diusir.</p>
<p>Meskipun, dalam surat ini dan dalam kesempatan ini, tidaklah pantas jika kami mengulas penderitaan pribadi kami di tangan rezim Zionis, kami merasa adalah penting untuk menyampaikan fakta ini kepada masyarakat Arab. Moralitas kita menyatakan bahwa dengan saling berbagi penderitaan, maka manusia bisa meringankan penderitaan itu dalam batas-batas tertentu. Hal ini juga untuk menunjukkan kepada semua orang akan kejujuran dalam perlawanan kami kepada pertumbuhan mengerikan dari negara Yahudi iniï¿½apa yang disebut negara &#8220;Israel&#8221;.</p>
<p>Dengan demikian, izinkan kami menyatakan bahwa sejak kehadiran para pendosa dan ateis ini, yakni Theodore Herzl dan gangnya yang menyuarakan suara-suara jahat dalam menyebarkan ideologi iblis mereka, bid&#8217;ah Zionisme, masyarakat Yahudi juga mengalami penderitaan yang tidak terkira, baik fisik maupun spiritual di tangan-tangan mereka. Saudara-saudara kami yang bertakwa kepada Tuhan di seluruh Palestina terus mengalami pemukulan, pembunuhan, pemenjaraan, dan penindasan sejak munculnya Zionisme hingga hari ini. Mereka juga merupakan<br />
korban-korban para pelaku kriminal yang sama yang menindas rakyat Palestina dan Lebanon.</p>
<p>Izinkan kami memberi tahu bahwa para pemimpin, rabbi, dan orang-orang bijak sejati kami di Palestina, Timur Tengah, Eropa, dan di seluruh dunia, secara vokal dan antusias menyuarakan perlawanan total mereka kepada Zionisme dan negara &#8220;Israel&#8221;, sejak kemunculannya. Mereka meneriakkan dan mengecam seluruh kejahatan yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina dan Lebanon. Mereka meneriakkan penindasan terhadap umat Yahudi yang relijius dan negara Israel secara konstan berupaya menghapus dan menghancurkan segala sesuatu yang Ilahi dan relijius. Mereka tanpa kenal lelah dan takut telah mendemonstrasikan, dalam<br />
pengorbanan diri yang besar, penentangan mereka kepada pemberontakan melawan Tuhan ini.</p>
<p>Berbagai fatwa yang tak terhitung banyaknya telah dikeluarkan oleh para pemimpin sejati kami, yang meminta umat Yahudi untuk setia kepada Yang Mahakuasa dan Taurat-Nya, dan untuk memisahkan diri mereka dari negara &#8220;Israel&#8221; yang ilegal dan penuh dosa serta dari kejahatan-kejahatan yang bersumber darinya.</p>
<p>Puji Tuhan, pesan-pesan mereka telah didengar oleh banyak Yahudi yang bertakwa dan telah ditaati. Lebih jauh, ribuan dari mereka telah berdiri bersama rabbi-rabbi mereka untuk terus mendemonstrasikan tanpa kenal takut, hingga hari ini, di seluruh Palestina yang diduduki dan dunia, perlawanan mereka terhadap negara &#8220;Israel&#8221;.</p>
<p>Semua itu terdokumentasikan dengan baik, tetapi diabaikan oleh kekuatan-kekuatan media yang dikendalikan Zionis dan karena adanya intimidasi terhadap mereka yang berani mengungkapkan kebenaran.</p>
<p>Satu lagi persoalan yang penting untuk disampaikan, selain adanya banyak perintah di dalam Taurat untuk berbuat kebajikan dan larangan jelas atas Zionisme, kami bersimpati dan sensitif kepada nasib rakyat Palestina dan Lebanon, karena kami umat Yahudi pernah mengalami diskriminasi ekstrim dan penderitaan tragis di kamp-kamp konsentrasi di Eropa. Kerabat-kerabat dekat kami menderita dan terbunuh di sana. Kami juga menyadari dan telah mengalami bagaimana rasanya diusir<br />
ketika kami dipaksa meninggalkan dari rumah-rumah kami di seluruh Eropa. Pengalaman inilah yang membentuk pemahaman dan perasaan kami bagi penderitaan rakyat Palestina dan Lebanon.</p>
<p>Hingga kini, bagi pemahaman kami yang manusiawi dan terbatas, tampak bahwa entitas iblis ini, yakni negara &#8220;Israel&#8221;, tidak akan pernah menyerah dan akan terus menebarkan kejahatannya terhadap manusia-manusia yang tidak berdosa di bawah kendalinya.</p>
<p>Namun demikian, ingatlah dan tenangkanlah diri kalian, wahai saudara-saudara kami di Palestina dan Lebanon, bahwa ada Penguasa Semesta, yang Mahabesar, Maha Pengasih, yang benar-benar mengendalikan dunia ini. Dia mampu dan akan mengakhiri penderitaan ini.</p>
<p>Di dalam Taurat, dinyatakan bahwa perbuatan melawan Yang Mahakuasa tidak akan pernah berhasil. Negara &#8220;Israel&#8221; ini, menurut Taurat, pada akhirnya niscaya akan berakhir.</p>
<p>Mari kita berdoa dan memohon kepada-Nya, untuk menghadirkan pelucutan total yang segera dan damai dari negara ilegal ini pada zaman kita. Dengan anugerah Yang Mahakuasa, semoga Dia merealisasikan hal ini, tanpa ada penderitaan dan kepedihan lebih lanjut. Amin.</p>
<p>Tolong sampaikan pesan ini kepada setiap saudara sebangsa anda yang menderita di bawah penindasan &#8220;Zionisme Israel&#8221;. Terkhusus, tolong sampaikan pesan ini kepada para kerabat dari para korban, yang terluka dan cacat, dan yang mendekam di penjara-penjara Israel.</p>
<p>Sampaikan kepada mereka semua solidaritas kami dan dukungan kami. Kami merasa terhina oleh aksi-aksi yang mengatasnamakan kami. Kami memohon kepada anda untuk menyampaikan pesan ini kepada rakyat di Lebanon dan Palestina, bahwa ada ribuan Yahudi di seluruh dunia dan di Palestina yang berdiri bersama kalian dan yang menentang Zionisme serta negara &#8220;Israel&#8221;. Mereka berlepas diri dari aksi-aksi kaum Zionis. Kami memohon kepada anda untuk memberikan pencerahan bahwa ketika bangsa dan umat anda bersua dengan orang-orang Yahudi, jangan memandang mereka sebagai musuh-musuh. Kita semua melayani Tuhan yang Esa.</p>
<p>Sekali lagi, kami akan tetap berdoaï¿½berharap dan cemas bagi kalian semua.</p>
<p>Semoga kita bisa segera menjumpai pada masa kita, pelucutan total, segera, dan damai dari negara &#8220;Israel&#8221;.</p>
<p>Semoga Yang Mahakuasa merealisasikan janji-janji-Nya bahwa semua manusia akan melayani-Nya dalam harmoni dan perdamaian. Amin.</p>
<p>Assalam Alaikum<br />
Kami sungguh berada di pihak kalian,</p>
<p>28 Januari 2008</p>
<p>1. Rabbi Moshe Dov Beck &#8211; Rabbi Yisroel Dovid Weiss (AS, Kanada)<br />
2. Rabbi Meir Hirsh (Palestina)<br />
3. Rabbi Ahron Cohen (Inggris Raya)<br />
sumber: nkusa.org disadur dari icc-jakarta.com</p>
Posted in Sikap Tagged: Palestina dan Yahudi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=178&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/13/surat-para-rabbi-yahudi-kepada-sekjen-hizbullah-sayid-hassan-nasrallah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CATATAN 2008</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/01/catatan-2008/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/01/catatan-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/01/catatan-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah tragedi, hadapi itu.&#8221;
Bunda Teresa
Berbagai tragedi terus saja terjadi, tetapi itu tak boleh menyurutkan kita untuk menghadapinya. Catatan berbagai peristiwa semakin mungukuhkan kita bahwa dunia tak akan pernah seindah slogan, meski kita tahu, bahwa slogan adalah sebuah harapan, dan apa jadinya dunia tanpa harapan.
Dua peristiwa penting yang menjadi catatan 2008 adalah: bencana ekonomi AS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=174&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hidup adalah tragedi, hadapi itu.&#8221;<br />
Bunda Teresa<br />
Berbagai tragedi terus saja terjadi, tetapi itu tak boleh menyurutkan kita untuk menghadapinya. Catatan berbagai peristiwa semakin mungukuhkan kita bahwa dunia tak akan pernah seindah slogan, meski kita tahu, bahwa slogan adalah sebuah harapan, dan apa jadinya dunia tanpa harapan.<br />
Dua peristiwa penting yang menjadi catatan 2008 adalah: bencana ekonomi AS yang memiliki efek runtuhnya gunung es yang teramat dahsyat dan serangan membabi buta akhir tahun Israel atas warga Palestina di Jalur Gaza.<br />
Peristiwa pertama akan berdamapak ke segala penjuru mata angin. Kapitalisme sebagai sokoguru perekonomian dunia mengalami masa-masa sulit. Berbagai ulasan dari pelbagai sudut pandang telah saya baca dan renungkan. Benang merah yang dapat saya ambil, tak ada yang imun, tak ada boleh merasa super. Di balik runtuhnya imperium (kapitalisme) ekonomi AS, dalam jangka panjang, sebenarnya juga menyimpan bom waktu buat dirinya sendiri. Eksploitasi atas sumber daya alam yang amat rakus adalah bencana besar kemanusian yang tinggal menunggu waktu.<br />
Peristiwa kedua mewakili arogansi kekuasaan, rendahnya solidaritas kemanusiaan, berbahayanya pemahaman agama secara radikal, dan tradisi peperangan yang tak pernah akan surut dari muka bumi. Timur Tengah memang sebuah ironi. Dari sinilah agama-agama langit lahir. Dari sini pulalah konflik berkecambah, beranak pinak. Agama yang pada awalnya merupakan pemandu moral bisa berubah wajah menjadi mesin pembunuh.<br />
Hidup memang tragedi, tetapi harus kita hadapi. Bukan dengan uang semata, apalagi mesiu. Sudah saatnya kita kembali kepada nurani, kepada jiwa, kepada kesadaran, kepada moralitas, kepada Sangkan Paraning Dumadi.<br />
Bandung, 1 Januari 2009.</p>
Posted in Sikap  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=174&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2009/01/01/catatan-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Penerimaan CPNS 2008 seluruh departemen RI</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/22/pengumuman-penerimaan-cpns-2008-seluruh-departemen-ri/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/22/pengumuman-penerimaan-cpns-2008-seluruh-departemen-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 02:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[cpns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/22/pengumuman-penerimaan-cpns-2008-seluruh-departemen-ri/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang penasaran pada hasil pengumuman kelulusan Anda menjadi salah satu dari Calon Pegawai Negeri Sipil Republik yang tak punya impian ini, percayalah pada kekuatan batin Anda sendiri. Apakah Anda masih tertarik dengan citra buruk birokrasi negara kita yang, semua orang tahu, bagai monster yang haus darah?
Saya sebenarnya amat sedih melihat jutaan orang berjubel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=173&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi Anda yang penasaran pada hasil pengumuman kelulusan Anda menjadi salah satu dari Calon Pegawai Negeri Sipil Republik yang tak punya impian ini, percayalah pada kekuatan batin Anda sendiri. Apakah Anda masih tertarik dengan citra buruk birokrasi negara kita yang, semua orang tahu, bagai monster yang haus darah?<br />
Saya sebenarnya amat sedih melihat jutaan orang berjubel mengantri untuk ikut bergabung pada barisan monster ini.<br />
Kapankah orang-orang muda kita menyadari atas semua kebrobrokan ini?<br />
Salam&#8230;</p>
Posted in Inspirasi Tagged: cpns <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=173&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/22/pengumuman-penerimaan-cpns-2008-seluruh-departemen-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sa&#8217;di dan Kemiskinan</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/20/sekolah-cerdas-muthahhari/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/20/sekolah-cerdas-muthahhari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 14:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/20/sekolah-cerdas-muthahhari/</guid>
		<description><![CDATA[Arcamanik (20 Desember 2008), Bandung &#8212; Pagi yang cerah, matahari telah merambat dan mulai memanas, tapi anak-anak SCM (Sekolah Cerdas Muthahhari), termasuk anak saya yang paling kecil, Adil, bergabung dalam keriangan acara Bakti sosial SCM. Mendampingi anak-anak tentu saja aktifitas yang sangat menyenangkan.
Kala siang telah menyengat, Kang Jalal, sapaan akrab KH Jalaluddin Rakhmat memberikan tausiyah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=164&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Arcamanik (20 Desember 2008), Bandung &#8212; Pagi yang cerah, matahari telah merambat dan mulai memanas, tapi anak-anak SCM (Sekolah Cerdas Muthahhari), termasuk anak saya yang paling kecil, Adil, bergabung dalam keriangan acara Bakti sosial SCM. Mendampingi anak-anak tentu saja aktifitas yang sangat menyenangkan.<br />
Kala siang telah menyengat, Kang Jalal, sapaan akrab KH Jalaluddin Rakhmat memberikan tausiyah seputar bakti sosial dengan mengutip sepenggal sajak Sa&#8217;di: Jika kita tak ada lagi kepedulian pada sesama, masih pantaskah kita disebut sebagai manusia?<br />
Puisi Sa&#8217;di yang diabadikan di gerbang Unesco, PBB, ini terasa begitu hampa di tengah gemuruh kapitalisme. Kita hidup di tengah-tengah belantara slogan.</p>
Posted in Inspirasi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=164&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/12/20/sekolah-cerdas-muthahhari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qana&#8217;ah</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/06/04/qanaah/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/06/04/qanaah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 00:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Qana&#8217;ah
Dalam upayanya menciptakan kekuatan, Islam telah berusaha memberi petunjuk kepada manusia untuk bersikap qana&#8217;ah (merasa cukup) dan menjauhkan diri dari rasa tamak, yang membuat seseorang terdorong untuk membutuhkan (milik) orang lain, dan telah menghadapi tuntutan kebutuhannya yang tanpa batas. Akibatnya, dia jatuh diperbudak oleh orang lain. 
Rasa cukup terhadap apa yang ada pada diri sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=159&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a href="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/06/batik.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-161" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/06/batik.jpg?w=158&#038;h=140" border="0" alt="" width="158" height="140" /></a><span style="font-size:16pt;"><em><span style="color:#800000;">Qana&#8217;ah</span></em><br />
</span><span style="font-size:10pt;">Dalam upayanya menciptakan kekuatan, Islam telah berusaha memberi petunjuk kepada manusia untuk bersikap qana&#8217;ah (merasa cukup) dan menjauhkan diri dari rasa tamak, yang membuat seseorang terdorong untuk membutuhkan (milik) orang lain, dan telah menghadapi tuntutan kebutuhannya yang tanpa batas. Akibatnya, dia jatuh diperbudak oleh or</span><span style="font-size:10pt;">ang lain.</span><span id="more-159"></span><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Rasa cukup terhadap apa yang ada pada diri sendiri merupakan ungkapan tentang kecukupan diri. Hal inilah yang akan membangkitkan potensi dan mengerahkan kemampuannya untuk memperoleh sesuatu yang </span><span style="font-size:10pt;">diinginkan dan disukainya. Suatu hal yang membuat seseorang kehilangan rasa lapar pada saat menghadapi keinginan yang tak dapat direalisasikan, atau suatu kebutuhan yang tak mungkin dipenuhinya. Dengan ini seseorang merasa tak memerlukan kebutuhan-kebutuhan yang bagi orang lain mungkin sangat mendesak<br />
dan penting. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dengan demikian, takut kepada orang lain &#8211; karena berbeda pendapat atau bertentangan pandangan &#8211; sudah tak lagi berarti. Sebab, dalam kondisi-kondisi seperti ini, ketakutan telah tunduk pada keinginan </span><span style="font-size:10pt;">yang dikhawatirkan untuk tak terpenuhi. Ketika keinginan tersebut hilang, maka hilang pulalah perasaan takut dalam dirinya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Teks-teks keagamaan melukiskan pengertian tersebut dalam gambaran yang sangat indah. Dalam sebuah percakapan, Imam Ali bin Abi Thalib mengemukakan dalam ungkapan-ungkapan singkat berikut ini: &#8220;Tamak adalah perbudakan abadi.&#8221;<br />
&#8220;Orang tamak beradadalam ikatan kehinaan,&#8221; Dengan qana&#8217;ah cukuplah seseorang disebut sebagai memiliki (</span><span style="font-size:10pt;">kekayaan).&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Dan, &#8220;kekayaan yang sangat besar adalah tidak mengharap sesuatu yang ada di tangan orang lain.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Muhammad Al-Baqir dalam sebuah fatwanya menyebutkan, &#8220;Seburuk-buruk hamba adalah orang yang memiliki ketamakan yang dipe</span><span style="font-size:10pt;">rturutkan, dan seburuk-buruk hamba adalah orang yang mempunyai keinginan yang membuat dirinya terhina.&#8221;<br />
</span><span style="font-size:10pt;"> Sementara itu Imam </span><span style="font-size:10pt;">Ja&#8217;far Ash-Shadiq berkata, &#8220;Alangkah buruknya seorang mukmin jika dia mempunyai keinginan yang membuat dirinya menjadi hina.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Ucapan-ucapan di atas mengungkapkan konsep bahwa ketamakan melrupakan kehinaan, kelemahan, perbudakan, dan kemiskinan, di mana seseeorang kehilangan kepercayaan dan kekuatan dirinya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Sedangkan qana&#8217;ah dipandang sebagai kekayaan, yang di situ seorang dapat menguasai dirinya, bersikap bebas, kuat, dan merdeka dalam menghadapi orang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Itulah sebabnya dakwah Islam menyatakan penentangnya terhadap ketamakan, agar dengan itu seseorang dapat menentang rasa takut yang menghancurkan, yang diakibatkan oleh ketamakannya. <span style="color:maroon;">By Taufan Hidayat </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;"><span> </span><span style="color:#993300;">(Republika, Kamis, 9 Maret 1995)</span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taufanhidayat.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taufanhidayat.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=159&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/06/04/qanaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/06/batik.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>FPI dan AKKBB</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/06/02/keangkuhan/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/06/02/keangkuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 02:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sikap]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Keangkuhan menempatkan diri kita diatas posisi yang selayaknya, lalu memaksa diri sendiri dan orang lain untuk bertindak sesuai posisi itu, sedangkan tawadhu adalah merendahkan diri ke posisi di bawah selayaknya, bukan karena syahwat atau salah. -Plato
Lagi-lagi keangkuhan itu menyeruak dan berdarah-darah. Bangsa yang tlah lahir sebagai komunitas yang heterogen ingin diseragamkan dengan cara-cara yang brutal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=149&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><a href="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/fpi.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-150" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/fpi.gif?w=200&#038;h=75" border="0" alt="" width="200" height="75" /></a><span style="color:#003300;"><strong><span style="font-size:18pt;">K</span></strong></span><span style="color:#800000;"><span>eangkuhan menempatkan diri kita diatas posisi yang selayaknya, lalu memaksa diri sendiri dan orang lain untuk bertindak sesuai posisi itu, sedangkan <em>tawadhu</em> adalah merendahkan diri ke posisi di bawah selayaknya, bukan karena syahwat atau salah.</span><strong><span> <span style="color:#003300;">-Plato</span></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Lagi-lagi keangkuhan itu menyeruak dan berdarah-darah. Bangsa yang tlah lahir sebagai komunitas yang heterogen ingin diseragamkan dengan cara-cara yang brutal. Di hari yang keramat, kelahiran Pancasila, kebhinekaan telah dicederai. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) telah menjadi korban FPI dan elemen-elemen pro &#8220;kekerasan&#8221; untuk yang kesekian kalinya. Kaum berjubah yang mengatasnamakan Islam terus saja berulah dan sepertinya negara ini tanpa hukum dan hati nurani. Kita tundukkan kepala sejenak sebagai bela sungkawa pada tragedi ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taufanhidayat.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taufanhidayat.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=149&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/06/02/keangkuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/fpi.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Menulis!</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/18/ayo-menulis/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/18/ayo-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 00:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Ayo Menulis!
&#8220;Orang yang memiliki kebiasaan menulis memiliki kondisi mental lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.&#8221;
&#8211; James Pennebaker, Ph.D., dan Janet Seagal, Ph.D., University of Texas,  Austin, dalam Journal of Clinical Psychology.
&#8220;AYO BELAJAR!&#8221;, begitulah perintah orang tua terhadap anaknya ketika
sang anak ketahuan sedang asyik menonton televisi atau bermain game.
Kalimat generik dari orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=55&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="writing2.gif" href="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/03/writing2.gif"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/03/writing2.thumbnail.gif" border="0" alt="writing2.gif" /></a><strong><span style="font-size:14pt;font-family:'Lucida Sans';color:green;">Ayo Menulis!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans';">&#8220;Orang yang memiliki kebiasaan menulis memiliki kondisi mental lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.&#8221;<br />
<span style="color:#339966;"><strong><em></em></strong></span></span><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans';color:green;">&#8211; James Pennebaker, Ph.D.,</span></em></strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans';color:green;"> dan <strong>Janet Seagal, Ph.D</strong>., University of Texas,  Austin, dalam Journal of Clinical Psychology</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Lucida Sans';"><span style="color:#339966;"><strong><em></em></strong><em><span style="color:maroon;">.</span></em></span></span><span id="more-55"></span></p>
<p>&#8220;AYO BELAJAR!&#8221;, begitulah perintah orang tua terhadap anaknya ketika<br />
sang anak ketahuan sedang asyik menonton televisi atau bermain game.<br />
Kalimat generik dari orang tua mana pun, bahkan hal serupa pernah<br />
kita alami ketika kita masih kanak-kanak. Namun, rasanya kita jarang<br />
mendengar atau bahkan tak pernah ada orang tua yang menyuruh anaknya<br />
untuk menulis? &#8220;Ayo menulis!&#8221;, pernahkah Anda mendengarnya?</p>
<p>Betul, menulis. Tak lazim memang perintah itu. Bagi anak-anak yang<br />
masih terbatas kemampuan menulisnya pasti akan mendelik. &#8220;BT ah&#8221;<br />
mungkin kalimat itu yang akan keluar dari mulutnya. Lagi pula,<br />
jangankan anak-anak, orang dewasa pun pasti akan kesulitan untuk<br />
diberi perintah seperti itu. Menulis?</p>
<p>Betul, menulis. Sederet kalimat akan meluncur. Bila semua orang bisa<br />
menulis, tentu negeri ini akan penuh dengan karya sastra. Mungkin<br />
juga sastra tidak akan ada lagi, kalau semua orang bisa menulis,<br />
apalagi dengan kalimat yang indah dan berirama layaknya pujangga.<br />
Menulis memerlukan keterampilan tersendiri. Benarkah demikian?</p>
<p>Tidak juga sebenarnya. Pada dasarnya setiap orang dapat melakukan<br />
kegiatan tulis-menulis, bahkan secara menyenangkan. Tak ada<br />
keterampilan atau keahlian khusus dalam menulis. Anda mungkin<br />
mengenal nama Rachmania Arunita. Dia adalah perempuan muda pengarang<br />
novel remaja best seller, `Eiffel, I&#8217;m in Love&#8217;. Rachma mengaku pada<br />
awalnya tidak suka menulis. Tapi ketika guru bahasa Prancis<br />
mewajibkan murid-muridnya untuk membuat sebuah karangan, dia mulai<br />
ketagihan menulis. Rachma berkisah, awalnya ia sering melakukan<br />
plagiat alias menjiplak tapi ketahuan. Rachma pun kena omel dan<br />
dihukum untuk membuat PR mengarang. Tak diduga, hasil karangannya<br />
mendapat acungan jempol gurunya bahkan dipuji di depan kelas. Mulai<br />
dari situ Rachma pun ketagihan menulis hingga akhirnya ia menelurkan<br />
novelnya yang ternyata meledak di pasaran. Bahkan kemudian diangkat<br />
dalam film dengan judul yang sama, dan berhasil mengundang dua juta<br />
penonton. Kebanyakan dari mereka adalah kaum remaja.</p>
<p>Persoalan lain yang kerap mengganggu proses menulis adalah soal<br />
mood. Lainnya? Fasilitasnya tidak tersedia dengan lengkap, seperti<br />
komputer, laptop atau lainnya. Ah, itu sih alasan klasik. Lihatlah<br />
Agatha Christie, pengarang novel misteri terkenal. Anda mungkin bisa<br />
membayangkan susahnya orang menulis saat itu, di zaman tahun 1920-<br />
1930an. Namun dengan segala keterbatasan peralatan, lahir novel-<br />
novel berkelas dunia dari Agatha Christie, Ngaio Marsh, Sir Arthur<br />
Conan Doyle dan seabreg pengarang top lainnya.</p>
<p>Jadi sesungguhnya yang paling penting untuk menulis ialah niat dari<br />
awalnya. Kesungguhan tanpa dimulai dengan niat pada awalnya, tentu<br />
tak akan terlaksana dengan baik. Orang bijak bilang bahwa cara yang<br />
paling sederhana untuk menumpahkan isi hati dan pikiran adalah<br />
dengan menulis, karena bila tidak, ia seperti sebuah saluran, suatu<br />
saat tersumbat dan meledak.</p>
<p>Seorang wanita bernama Dewi Hermayanti dalam suatu milis<br />
menceritakan unek-uneknya. Dewi mengatakan, &#8220;Kadang-kadang perlu<br />
rasanya untuk mengeluarkan apa yang ada di hati lewat tulisan.<br />
Apalagi rasanya sudah sesak di dada. Cuma apa yang harus ditulis,<br />
bingung tidak apa yang akan ditulis. Tapi dia menyadari, menulis<br />
adalah sangat penting. Aneh memang. Tapi begitulah, Andai saja otak<br />
kita punya tombol print mungkin gampang saja mengeluarkan isi otak<br />
kita. Tinggal pencet print terus select subject, langsung keluar deh<br />
apa yang mau kita ungkapkan dalam tulisan. Sayang, otak kita cuma<br />
bisa memerintah si tangan untuk bergerak sesuai yang diperintahkan.&#8221;</p>
<p>Terkesan dengan unek-unek tersebut, Pak Hernowo dari Penerbit Mizan,<br />
menanggapi posting Ibu Dewi. Dia pernah melakukan studi kecil-<br />
kecilan tentang kegiatan menulis. Selama melakukan studi itu, nah<br />
ini yang penting, ia kemudian bertemu dengan Psikolog Pennebaker<br />
yang menganggap menulis dapat mengatasi depresi. Menulis itu dapat<br />
menyehatkan tubuh dan jiwa. Pennebaker meniru tradisi confession<br />
dalam agama Katolik dan menerapkannya pada pembuatan catatan harian.<br />
Bahkan seorang penulis kondang, Fatima Mernissi, juga bilang bahwa<br />
menulis setiap hari dapat mengencangkan kulit wajah. Hernowo pun<br />
bercerita bahwa ia bertemu dengan ahli linguistik bernama Dr.<br />
Stephen D. Krashen. Penelitiannya menunjukkan bahwa menulis dapat<br />
memecahkan problem-problem diri. Katanya, menulis itu menata<br />
pikiran. Jadi, kalau kita dapat menata problem kita, bisa jadi<br />
problem kita bisa hilang. Dan dia juga membuktikan bahwa menulis dan<br />
membaca itu tidak dapat dipisahkan. Membaca itu memasukkan, dan<br />
menulis itu mengeluarkan. Demikian Hernowo menjelaskan dalam<br />
postingnya.</p>
<p>Keampuhan menulis tidak saja dialami Hernowo dalam penelitian kecil-<br />
kecilannya itu. Dari seberang sana, tepatnya di Amerika Serikat,<br />
Joshua M. Smyth, psikolog dari Syracuse University lebih jauh lagi<br />
menyatakan menulis dapat menghasilkan perubahan pada sistem imunitas<br />
dan hormonal dalam merespons beban stres, dan meningkatkan hubungan<br />
dan kemampuan kita menghadapi stres.</p>
<p>Contohnya, ada juga. Dia adalah Debra Van Wert, 44 tahun, dari<br />
Rochester, New York, setelah menderita Pre-Menstrual Syndrome (PMS)<br />
atau sindrom menjelang menstruasi selama lebih dari satu dekade,<br />
Debra mulai mencatat gejala-gejala yang dialami tubuhnya. Debra<br />
mengatakan, &#8220;Dengan membuat catatan, saya dapat mengantisipasi fase-<br />
fase hormonal dan mengidentifikasi minggu kapan saya berada pada<br />
kondisi paling fit dan paling buruk.&#8221;</p>
<p>Kegiatan menulis tidaklah dimaksudkan untuk menjadi sastrawan besar,<br />
tapi paling tidak punya manfaat bagi kesehatan. Sebagaimana dikutip<br />
dari Majalah Reader Digest Indonesia, April 2005, berikut adalah<br />
sejumlah keuntungan dari menulis:</p>
<p><span style="color:#ffcc00;"><strong> MENGURANGI BERAT BADAN.</strong></span> Para peneliti dari Women&#8217;s Health<br />
Initiative menarik kesimpulan bahwa catatan harian tentang makanan<br />
yang dikonsumsi membantu menimbulkan kesadaran tentang konsumsi<br />
kalori dan asupan lemak. Dan jika Anda mengetahui seberapa banyak<br />
yang telah dilahap, akan lebih mudah menguranginya.</p>
<p><span style="color:#ffcc00;"> MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR.</span> Ilmuwan di Temple University menemukan<br />
bahwa wanita yang menuliskan pengalaman traumatisnya – seperti<br />
pemerkosaan atau kecelakaan lalu lintas yang parah &#8211; ternyata jarang<br />
mengalami sakit kepala, susah tidur, dan gejala depresi dibandingkan<br />
mereka yang tidak mau menuliskannya.<br />
<span style="color:#ffcc00;"><br />
MELAWAN PENYAKIT.</span> Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2002 di<br />
Ben-Gurion University, Israel, disimpulkan bahwa mereka yang<br />
menuliskan sebuah kejadian yang menjadi beban pikiran, akan<br />
mengurangi frekuensi kunjungan mereka ke klinik pengobatan selama l5<br />
bulan ke depan.</p>
<p><span style="color:#ffcc00;"> MENGURANGI STRES.</span> Sebuah studi di Chicago Medical School menemukan<br />
bahwa ketika penderita kanker yang kurang diperhatikan keluarganya<br />
menuliskan tentang penyakit yang diderita selama 20 menit setiap<br />
hari, mereka jadi jarang mengalami stres selama enam bulan<br />
berikutnya.</p>
<p>Nah, mengapa Anda tidak menyiapkan pulpen dan kertas untuk mulai<br />
menulis sejak sekarang. Karena ternyata menulis bukan hanya<br />
menyenangkan, tapi juga menyehatkan lahir dan batin. Bahkan bisa<br />
jadi Anda dapat menangguk untung karenanya. Dan, jangan lupa, bila<br />
suatu saat Anda sakit, setidaknya satu resep sudah di<br />
tangan: &#8220;menulis&#8221;. Ini bukan sekedar lelucon. Penelitian telah<br />
membuktikannya. So, tunggu apa lagi? Ayo Menulis!</p>
<p><strong><em><span style="color:maroon;">Sumber: &#8220;Ayo Menulis!&#8221; oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di<br />
Jakarta</span></em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taufanhidayat.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taufanhidayat.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=55&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/18/ayo-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/03/writing2.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">writing2.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELEBRITISME</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/17/selebritisme/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/17/selebritisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 15:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Di Balik Kisah Selebriti
I&#8217;m working harder than ever now, and I&#8217;m putting on my pants the same as I always have. I just get up every day and try to do a little better than the day before. That&#8217;s my philosophy. (Emeril Lagasse, Selebriti)
Ada banyak kisah tentang selebriti yang kita dengar setiap hari. Ada  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=122&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/jazz_4.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-123" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/jazz_4.gif" border="0" alt="" /></a><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:16pt;"><span>Di Balik Kisah Selebriti</span></span></strong></span><span style="font-size:11pt;"><em></em></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;"><em>I&#8217;m working harder than ever now, and I&#8217;m putting on my pants the same as I always have. I just get up every day and try to do a little better than the day before. That&#8217;s my philosophy. </em><span style="color:#008080;">(Emeril Lagasse, Selebriti)</span></span></p>
<p>Ada banyak kisah tentang selebriti yang kita dengar setiap hari. Ada  begitu banyak gosip di TV dengan ragam cerita. Ada tabloid dan koran-koran yang khusus mengupas tuntas detail kehidupan mereka. Penonton dan pembacanya pun sangat banyak. Saking banyaknya, di televisi kabel, ada suatu stasiun televisi E! yang khusus membicarakan kehidupan para selebriti dunia.<span id="more-122"></span> Kalau dibuat persentasenya, ceritanya pun kebanyakan hal yang negatif dan miring. Kisah tentang artis si anu yang masuk penjara, bercerai, lahir di luar nikah, bisnis ilegal, terjerat narkoba, dan sebagainya.  Akan tetapi, banyak orang begitu &#8216;tersihir&#8217; olehnya. Mengapa? Sisi gelap hidup para selebriti justru jadi daya tarik tersendiri. Secara psikologis, kita dibuat kagum dan senang plus bermimpi seandainya bisa sepopuler dan seenak kehidupan mereka. Di sini lain, kehidupan mereka ternyata tidak bahagia, tertimpa musibah, mendapat sial, dan sebagainya. Sepertinya, inilah yang menjadi sisi lain yang membuat orang bisa menyaksikan program infotainment itu dengan perasaan lega.</p>
<p><strong><span style="color:maroon;">Nilai plus</span></strong></p>
<p>Kali ini saya ingin mengajak Anda melihat sisi lain yang tidak banyak diberitakan dalam tabloid. Sisi lain yang tidak banyak diungkap, yang bisa kita pelajari dari para selebriti ini. Sisi lain ini adalah sisi motivasi yang bisa didapatkan dari kehidupan mereka.  Pertama, mereka merupakan cermin dari potensi manusia yang optimal yang bisa kita raih. Banyak di antara selebriti ini tidak mendapatkan segalanya dengan mudah. Mereka pun berjuang dengan gigih. Saya teringat waktu Inul Daratista berkisah tentang pengalamannya jadi penyanyi dangdut yang pulang malam, dengan bayaran sangat kecil serta penilaian miring dari orang-orang di sekitarnya.  Seperti itulah yang dijalani para selebriti yang kita kenal sekarang. Mereka sungguh mengajarkan kepada kita apa yang bisa kita sanggup raih dengan talenta dan potensi kita kalau saja mau berusaha.  Kedua, mereka pun mengalami jatuh dan bangun serta cobaan seperti kita. Akan tetapi, mereka menunjukkan semangat yang pantang menyerah sehingga akhirnya mereka bisa sampai menjadi seperti sekarang. Kita bisa lihat sendiri bagaimana artis penyanyi, seperti Joy Tobing, Delon, Mike, Siti KDI, dan masih banyak lagi menjadi penyanyi dengan jalan yang tidak mudah.  Mereka harus bersaing dan berkompetisi untuk sampai ke puncak kesuksesan. Layaklah kalau mereka mendapat bintang. Di sinilah, mereka mengajarkan kepada kita, talenta saja tanpa keinginan untuk berjuang, bersaing, dan semangat menjadi yang terbaik, serta mencoba lagi meskipun gagal, tidak akan memberikan kita kesuksesan.  Ketiga, para selebriti ini juga mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Para selebriti juga manusia. Mereka juga bisa salah, khilaf, mendapatkan cobaan, dan gagal. Namun sayangnya, di masyarakat kita menempatkan seorang selebriti seperti dewa atau malaikat yang tidak boleh berbuat salah. Seakan-akan ada sebuah kontrak, &#8216;jadilah manusia yang sempurna, maka kamu pun akan terus saya puja&#8217;.  Inilah yang membuat kadang-kadang kehidupan selebriti menjadi cukup menakutkan. Bahkan, saya ingat pernah mendengar keluhan dari anak seorang selebriti yang merasa sangat terganggu karena predikat selebriti yang telanjur melekat pada orang tuanya. Bahkan, dia sampai menangis, stres, dan berkata, &#8220;Andaikan saja saya tidak lahir dari keturunan selebriti mungkin hidup saya akan lebih normal&#8221;.  Keempat, para selebriti juga menunjukkan kepada kita bahwa selalu ada ongkosnya untuk menjadi dan mempertahankan suatu popularitas dan kesuksesan. Saya masih ingat tatkala Desy Ratnasari diprotes karena sulit diwawancarai dan diminta komentarnya, karena ingin privasinya tetap dihargai. Bahkan, ada wartawan yang pernah berkomentar, &#8220;Banyak artis yang saat belum jadi apa-apa minta kita potret dan beritakan, tapi ketika udah populer malah lupa deh sama kita.&#8221;  Tampaknya para artis ini lupa, bahwa selalu ada ongkos untuk menjadi populer dan salah satunya adalah kehilangan kehidupan secara bebas seperti orang normal. Bahkan, saya ingat dengan kalimat menyedihkan yang pernah dikatakan oleh Lady Di. Dia berharap seandainya dia bisa hidup seperti manusia yang normal dan wajar. Akan tetapi, itulah risiko menjadi terkenal. Dikejar-kejar wartawan. Hidupnya diamati terus. Semua orang membicarakan dan semua mata memandang kepadanya ke mana pun. Sehingga, tampaknya orang kehilangan privasi. Akan tetapi, sekali lagi, memang itulah ongkosnya. Hal ini pun mengingatkan kita bahwa kita pun mesti siap dengan segala risiko menjadi terkenal dan berhasil. Ada ongkos lain, yakni ongkos sosial yang harus kita bayar.  Kelima, inilah yang juga bisa kita pelajari dari para selebriti yang tetap harus rendah hati dan harus berjuang demi masa depan. Ada banyak artis yang sangat berjaya saat masih mudah, menjadi terlalu angkuh, dan jatuh dalam kehidupan selanjutnya. Banyak di antara mereka yang berakhir dengan hidup melarat dan miskin sekali.  Inilah yang perlu menjadi pelajaran penting bagi hidup kita untuk terus menjadi rendah hati dan menjadikan kesempatan sukses sekarang sebagai bagian dari persiapan hidup kita selanjutnya. Jangan sampai kita sukses sekarang, lantas berikutnya terjerumus dalam kegelapan, hanya karena karakter tidak mendukung.</p>
<p><em><span style="color:maroon;">Sumber: Di Balik Kisah Selebriti oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency</span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taufanhidayat.wordpress.com/122/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taufanhidayat.wordpress.com/122/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=122&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/17/selebritisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/jazz_4.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MERENDAH ITU INDAH</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/15/merendah-itu-indah/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/15/merendah-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 18:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[MERENDAH ITU INDAH
Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih: surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=132&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a href="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/daun.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-133" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/daun.jpg?w=182&#038;h=200" border="0" alt="" width="182" height="200" /></a><strong><span style="font-size:16pt;"><span style="color:#339966;">MERENDAH ITU INDAH</span><br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;">Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih: surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dibandingkan surga.</span><span id="more-132"></span></p>
<p>Yakin dengan penglihatan matanya, maka turis tadi memohon ke Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Esok harinya, betapa terkejutnya dia ketika sampai di neraka. Ada orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka proteslah dia pada petugas neraka yang asli Indonesia ini. Dengan tenang petugas terakhir menjawab : &#8216;kemaren kan hari terakhir pekan kampanye pemilu&#8221;. Dengan jengkel turis tadi bergumam : &#8216;dasar Indonesia, jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya!&#8217;.</p>
<p>Anda memang tidak dilarang tersenyum asal jangan tersinggung karena ini hanya lelucon. Namun cerita ini menunjukkan, betapa kepercayaan(trust) telah menjadi komoditi yang demikian langka dan mahalnya di negeri tercinta ini. Dan sebagaimana kita tahu bersama, di masyarakat manapun di mana kepercayaan itu mahal dan langka, maka usaha-usaha mencari jalan keluar amat dan teramat sulit.</p>
<p>Jangankan dalam komunitas besar seperti bangsa dan perusahaan dengan ribuan tenaga kerja, dalam komunitas kecil berupa keluarga saja, kalau kepercayaan tidak ada, maka semuanya jadi runyam. Pulang malam sedikit, berujung dengan adu mulut. Berpakaian agak dandy sedikit mengundang cemburu.</p>
<p>Di perusahaan malah lebih parah lagi. Ketidakpercayaan sudah menjadi kanker yang demikian berbahaya. Krisis ekonomi dan konglomerasi bermula dari sini. Buruh yang mogok dan mengambil jarak di mana-mana, juga diawali dari sini. Apa lagi krisis perbankan yang memang secara institusional bertumpu pada satu-satunya modal : trust capital.</p>
<p>Bila Anda rajin membaca berita-berita politik, kita dihadapkan pada siklus ketidakpercayaan yang lebih hebat lagi. Polan tidak percaya pada Bambang. Bambang membenci Ani. Ani kemudian berkelahi dengan Polan. Inilah lingkaranketidakpercayaan yang sedang memperpanjang dan memperparah krisis.</p>
<p>Dalam lingkungan seperti itu, kalau kemudian muncul kasus-kasus perburuhan seperti kasus hotel Shangrila di Jakarta yang tidak berujung pangkal, ini tidaklah diproduksi oleh manajemen dan tenaga kerja Shangrila saja. Kita semua sedang memproduksi diri seperti itu.</p>
<p>Andaikan di suatu pagi Anda bangun di pagi hari, membuka pintu depan rumah, eh ternyata di depan pintu ada sekantong tahi sapi. Lengkap dengan pengirimnya : tetangga depan rumah. Pertanyaan saya sederhana saja : bagaimanakah reaksi Anda ? Saya sudah menanyakan pertanyaan ini ke ribuan orang. Dan jawabannyapun amat beragam.</p>
<p>Yang jelas, mereka yang pikirannya negatif, &#8217;seperti sentimen, benci, dan sejenisnya &#8216;, menempatkan tahi sapi tadi sebagai awal dari permusuhan (bahkan mungkin peperangan) dengan tetangga depan rumah. Sebaliknya, mereka yang melengkapi diri dengan pikiran-pikiran positif &#8217;sabar, tenang dan melihat segala sesuatunya dari segi baiknya&#8217; menempatkannya sebagai awal persahabatan dengan tetangga depan rumah. Bedanya amatlah sederhana, yang negatif melihat tahi sapi sebagai kotoran yang menjengkelkan. Pemikir positif meletakkannya sebagai hadiah pupuk untuk tanaman halaman rumah yang memerlukannya.</p>
<p>Kehidupan serupa dengan tahi sapi. Ia tidak hadir lengkap dengan dimensi positif dan negatifnya. Tapi pikiranlah yang memproduksinya jadi demikian. Penyelesaian persoalan manapun &#8216;termasuk persoalan perburuhan ala Shangrila&#8217; bisa cepat bisa lambat. Amat tergantung pada seberapa banyak energi-energi positif hadir dan berkuasa dalam pikiran kita.</p>
<p>Cerita tentang tahi sapi ini terdengar mudah dan indah, namun perkara<br />
menjadi lain, setelah berhadapan dengan kenyataan lapangan yang teramat berbeda. Bahkan pikiran sayapun tidak seratus persen dijamin positif, kekuatan negatif kadang muncul di luar kesadaran.</p>
<p>Ini mengingatkan saya akan pengandaian manusia yang mirip dengan<br />
sepeda motor yang stang-nya hanya berbelok ke kiri. Wanita yang terlalu sering disakiti laki-laki, stang-nya hanya akan melihat laki-laki dari perspektif kebencian. Mereka yang lama bekerja di perusahaan yang sering membohongi pekerjanya, selamanya melihat wajah pengusaha sebagai penipu. Ini yang oleh banyak rekan psikolog disebut sebagai pengkondisian yang mematikan.</p>
<p>Peperangan melawan keterkondisian, mungkin itulah jenis peperangan<br />
yang paling menentukan dalam memproduksi masa depan. Entah bagaimana<br />
pengalaman Anda, namun pengalaman saya hidup bertahun-tahun di pinggir sungai mengajak saya untuk merenung. Air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai. Dan satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut berani merendah.</p>
<p>Demikian juga kehidupan saya bertutur. Dengan penuh rasa syukur ke<br />
Tuhan, saya telah mencapai banyak sekali hal dalam kehidupan. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan orang hebat. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Tuhan tahu dalam klasifikasi manusia mana saya ini hidup. Dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian untuk merendah.</p>
<p>Ada yang menyebut kehidupan demikian seperti kaos kaki yang diinjak-<br />
injak orang. Orang yang menyebut demikian hidupnya maju, dan sayapun melaju dengan kehidupan saya. Entah kebetulan entah tidak. Entah paham entah tidak tentang pilosopi hidup saya seperti ini. Seorang pengunjung web site saya mengutip Rabin Dranath Tagore : &#8216;kita bertemu yang maha tinggi, ketika kita rendah hati&#8217;. ***<br />
<strong><span style="color:#993300;">by Gede Prama</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taufanhidayat.wordpress.com/132/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taufanhidayat.wordpress.com/132/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=132&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/15/merendah-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/daun.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Umar Khayyam</title>
		<link>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/14/umar-khayyam/</link>
		<comments>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/14/umar-khayyam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 05:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufan Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://taufanhidayat.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[



Petikan Rubaiyat
Mari kita ikuti kisah seorang anak manusia
dan kita lupakan usia
dengan keindahan bintang di malam hari
tidur tak mampu memperpanjang usia manusia
berjaga malam juga tidak mengurangi umur manusia sedikit pun
~Rubaiyat Umar Khayyam
 
Petikan Rubaiyat
 Sekeping roti untuk sehari atau dua penghabisan Setitis air di kendi yang pecah berkeping Dengan ini, apa perlunya aku tunduk kepada kepala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=105&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p><a href="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/omar_khayam.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-106" style="float:left;margin:0 10px 10px 0;" src="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/omar_khayam.jpg?w=200&#038;h=185" border="0" alt="" width="200" height="185" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000080;"><strong><span style="font-size:20pt;">Petikan Rubaiyat</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993366;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mari kita ikuti kisah seorang anak manusia<br />
dan kita lupakan usia<br />
dengan keindahan bintang di malam hari<br />
tidur tak mampu memperpanjang usia manusia<br />
berjaga malam juga tidak mengurangi umur manusia sedikit pun</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff6600;"><em><span style="font-size:11pt;">~Rubaiyat Umar Khayyam</span></em></span><span style="color:#ff6600;"><span id="more-105"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:18pt;">Petikan Rubaiyat</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> Sekeping roti untuk sehari atau dua penghabisan Setitis air di kendi yang pecah berkeping Dengan ini, apa perlunya aku tunduk kepada kepala orang lain Apa sebab aku harus merangkak kepada pegawai bawahan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;">~Rubaiyat Umar Khayyam</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:18pt;">Petikan Rubaiyat</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Lawanku keliru menyebutku ahli falsafah Tuhan tahu aku bukan yang mereka katakan kerana terlanjur lahir di tempat yang menyedihkan ini tak perlu aku tahu siapa aku sebenarnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;">~Rubaiyat Umar Khayyam</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:20pt;">Mata</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Oh mata, kau tak buta, lihat liang lahad itu dan lihat dunia yang penuh kekacauan dan sengsara raja, kadi dan putera, semua terkubur di dalam tanah lihat si wajah cantik di rahang-rahang semut</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;">~Rubaiyat Umar Khayyam</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:20pt;">Petikan Rubaiyyat</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Camar cukup bahagia dengan tulang belulang mengapa harus mencuri dari meja si kaya? aku telah punya sekeping roti besar tak perlu menghamba kepada sesiapa pun buat mendapat makanan</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;">~Umar Khayyam</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;">(Rauzat ash-Shafa, Mir Kand)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:20pt;">Kehormatan</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Bukan kemiskinan yang mendorongku datang kepadamu Aku tak miskin, sebab keinginanku bersahaja Yang kucari darimu hanyalah kehormatan Kehormatan seorang yang bebas dan berdiri tegak</span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;"> ~Umar Khayyam (Dari Rubaiyat Umar Khayyam)</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:20pt;">Inilah Aku</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Masa kini dan di masa depan orang akan datang dan berkata, “Inilah aku!” Hadiah emas atau perak ia berikan, sambil berkata, “Inilah aku!” Namun ketika suatu masa dalam hidupnya ia jatuh sakit Maut memerangkap dan berkata, “Inilah aku!” <span style="color:maroon;"> <em>~Umar Khayyam (Dari Rubaiyat Umar Khayyam</em></span><em>)</em></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800000;"><strong><span style="font-size:20pt;">Catatan Tuhan</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Kalam Lauhul Mahfuz mencatat… Dan sesudah mencatat… Lagi mencatat… Segala doa dan ikhtiar… Tidak dapat memadamkan catatan Ilahi…. Biarpun hanya sekerat baris…….. Pun seberapa banyak air mata…. Sepatah pun tidak akan terhakis….. Catatan Tuhan Yang Maha Menyayangi.</span></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;">~ Umar Khayyam ~</span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/taufanhidayat.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/taufanhidayat.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/taufanhidayat.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/taufanhidayat.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/taufanhidayat.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/taufanhidayat.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/taufanhidayat.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/taufanhidayat.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/taufanhidayat.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/taufanhidayat.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/taufanhidayat.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/taufanhidayat.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=taufanhidayat.wordpress.com&blog=3215868&post=105&subd=taufanhidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://taufanhidayat.wordpress.com/2008/04/14/umar-khayyam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6d6fbbdeb2998d5b217c96287841fc61?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Taufan Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://taufanhidayat.files.wordpress.com/2008/04/omar_khayam.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>