Oleh: Taufan Hidayat | September 6, 2010

selamat lerbaran

Kepada Rakyat Lebanon yang Terhormat,

Assalamu Alaikum,
Semoga rahmat Yang Mahakuasa bagi kalian semua, keluarga kalian, dan seluruh saudara kami yang mulia di Lebanon.

Kami berbicara kepada kalian sebagai suara Yahudi sejati, umat Yahudi yang setia kepada ajaran Taurat dari Yang Mahakuasa, di seluruh dunia.

Kurang daripada sebulan yang lalu kami menyampaikan sebuah surat terbuka kepada Dr. Al-Zahar, dan masyarakat Gaza sekaligus seluruh rakyat Palestina. Dalam surat ini, dengan pertolongan Yang Mahakuasa, kami menyampaikan kepedihan, duka-cita, dan kekecewaan kami dalam kaitan dengan kekejaman yang dilakukan oleh negara “Israel” yang ilegal (berdasarkan atas hukum-hukum Taurat, hukum umat Yahudi). Baca Lanjutannya…

Oleh: Taufan Hidayat | Januari 1, 2009

CATATAN 2008

Hidup adalah tragedi, hadapi itu.”
Bunda Teresa
Berbagai tragedi terus saja terjadi, tetapi itu tak boleh menyurutkan kita untuk menghadapinya. Catatan berbagai peristiwa semakin mungukuhkan kita bahwa dunia tak akan pernah seindah slogan, meski kita tahu, bahwa slogan adalah sebuah harapan, dan apa jadinya dunia tanpa harapan.
Dua peristiwa penting yang menjadi catatan 2008 adalah: bencana ekonomi AS yang memiliki efek runtuhnya gunung es yang teramat dahsyat dan serangan membabi buta akhir tahun Israel atas warga Palestina di Jalur Gaza.
Peristiwa pertama akan berdamapak ke segala penjuru mata angin. Kapitalisme sebagai sokoguru perekonomian dunia mengalami masa-masa sulit. Berbagai ulasan dari pelbagai sudut pandang telah saya baca dan renungkan. Benang merah yang dapat saya ambil, tak ada yang imun, tak ada boleh merasa super. Di balik runtuhnya imperium (kapitalisme) ekonomi AS, dalam jangka panjang, sebenarnya juga menyimpan bom waktu buat dirinya sendiri. Eksploitasi atas sumber daya alam yang amat rakus adalah bencana besar kemanusian yang tinggal menunggu waktu.
Peristiwa kedua mewakili arogansi kekuasaan, rendahnya solidaritas kemanusiaan, berbahayanya pemahaman agama secara radikal, dan tradisi peperangan yang tak pernah akan surut dari muka bumi. Timur Tengah memang sebuah ironi. Dari sinilah agama-agama langit lahir. Dari sini pulalah konflik berkecambah, beranak pinak. Agama yang pada awalnya merupakan pemandu moral bisa berubah wajah menjadi mesin pembunuh.
Hidup memang tragedi, tetapi harus kita hadapi. Bukan dengan uang semata, apalagi mesiu. Sudah saatnya kita kembali kepada nurani, kepada jiwa, kepada kesadaran, kepada moralitas, kepada Sangkan Paraning Dumadi.
Bandung, 1 Januari 2009.

Oleh: Taufan Hidayat | Desember 22, 2008

Pengumuman Penerimaan CPNS 2008 seluruh departemen RI

Bagi Anda yang penasaran pada hasil pengumuman kelulusan Anda menjadi salah satu dari Calon Pegawai Negeri Sipil Republik yang tak punya impian ini, percayalah pada kekuatan batin Anda sendiri. Apakah Anda masih tertarik dengan citra buruk birokrasi negara kita yang, semua orang tahu, bagai monster yang haus darah?
Saya sebenarnya amat sedih melihat jutaan orang berjubel mengantri untuk ikut bergabung pada barisan monster ini.
Kapankah orang-orang muda kita menyadari atas semua kebrobrokan ini?
Salam…

Oleh: Taufan Hidayat | Desember 20, 2008

Sa’di dan Kemiskinan

Arcamanik (20 Desember 2008), Bandung — Pagi yang cerah, matahari telah merambat dan mulai memanas, tapi anak-anak SCM (Sekolah Cerdas Muthahhari), termasuk anak saya yang paling kecil, Adil, bergabung dalam keriangan acara Bakti sosial SCM. Mendampingi anak-anak tentu saja aktifitas yang sangat menyenangkan.
Kala siang telah menyengat, Kang Jalal, sapaan akrab KH Jalaluddin Rakhmat memberikan tausiyah seputar bakti sosial dengan mengutip sepenggal sajak Sa’di: Jika kita tak ada lagi kepedulian pada sesama, masih pantaskah kita disebut sebagai manusia?
Puisi Sa’di yang diabadikan di gerbang Unesco, PBB, ini terasa begitu hampa di tengah gemuruh kapitalisme. Kita hidup di tengah-tengah belantara slogan.

Oleh: Taufan Hidayat | Juni 4, 2008

Qana’ah

Qana’ah
Dalam upayanya menciptakan kekuatan, Islam telah berusaha memberi petunjuk kepada manusia untuk bersikap qana’ah (merasa cukup) dan menjauhkan diri dari rasa tamak, yang membuat seseorang terdorong untuk membutuhkan (milik) orang lain, dan telah menghadapi tuntutan kebutuhannya yang tanpa batas. Akibatnya, dia jatuh diperbudak oleh orang lain. Baca Lanjutannya…

Oleh: Taufan Hidayat | Juni 2, 2008

FPI dan AKKBB

Keangkuhan menempatkan diri kita diatas posisi yang selayaknya, lalu memaksa diri sendiri dan orang lain untuk bertindak sesuai posisi itu, sedangkan tawadhu adalah merendahkan diri ke posisi di bawah selayaknya, bukan karena syahwat atau salah. -Plato

Lagi-lagi keangkuhan itu menyeruak dan berdarah-darah. Bangsa yang tlah lahir sebagai komunitas yang heterogen ingin diseragamkan dengan cara-cara yang brutal. Di hari yang keramat, kelahiran Pancasila, kebhinekaan telah dicederai. Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) telah menjadi korban FPI dan elemen-elemen pro “kekerasan” untuk yang kesekian kalinya. Kaum berjubah yang mengatasnamakan Islam terus saja berulah dan sepertinya negara ini tanpa hukum dan hati nurani. Kita tundukkan kepala sejenak sebagai bela sungkawa pada tragedi ini.

Oleh: Taufan Hidayat | April 18, 2008

Ayo Menulis!

writing2.gifAyo Menulis!

“Orang yang memiliki kebiasaan menulis memiliki kondisi mental lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.”
— James Pennebaker, Ph.D., dan Janet Seagal, Ph.D., University of Texas, Austin, dalam Journal of Clinical Psychology. Baca Lanjutannya…

Oleh: Taufan Hidayat | April 17, 2008

SELEBRITISME

Di Balik Kisah Selebriti

I’m working harder than ever now, and I’m putting on my pants the same as I always have. I just get up every day and try to do a little better than the day before. That’s my philosophy. (Emeril Lagasse, Selebriti)

Ada banyak kisah tentang selebriti yang kita dengar setiap hari. Ada begitu banyak gosip di TV dengan ragam cerita. Ada tabloid dan koran-koran yang khusus mengupas tuntas detail kehidupan mereka. Penonton dan pembacanya pun sangat banyak. Saking banyaknya, di televisi kabel, ada suatu stasiun televisi E! yang khusus membicarakan kehidupan para selebriti dunia. Baca Lanjutannya…

Oleh: Taufan Hidayat | April 15, 2008

MERENDAH ITU INDAH

MERENDAH ITU INDAH
Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih: surga atau neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, dan sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk sepi sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dibandingkan surga. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.