Oleh: Taufan Hidayat | Maret 15, 2008

PUISI-PUISI Juftazani

100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

iring-iringan inlander lusuh
menarik gerobak-gerobak tanam paksa
jenderal pemabuk berkulit putih
dan foto tua daendels
mengapung di telaga jiwaku
hari ini seratus tahun lalu
budi utomo merangkai serpihan kekalahan
imam bonjol, diponegoro, cik ditiro dan seribu pahlawan yang gugur
dikelilingi pengkhianat-pengkhianat busuk
yang menjilat kolonial belanda

iring-iringan pemulung dan korban haurkoneng, tanjung priok dan talangsari
menarik gerobak penuh terpaksa
pejabat pemabuk dan foto tua tersenyum soeharto
terpampang di jalan thamrin
aku meronta ingin membebaskan
menerjang sekat-sekat sosial
menebas buhul-buhul belenggu yang mengikat
leher rakyat
hari ini seratus tahun lalu
masih ada inlander itu
dibiarkan mengais sisa makanan
di tong sampah orang-orang kaya
dari jauh wajah wahidin sudirohusodo
dan dokter sutomo
makin hilang dalam ingatanku
wajah-wajah koruptor
terpampang nyata dalam tatapan mataku

iring-iringan truk
melarikan kayu-kayu gelondongan ke pengasingan
dengan dibekali surat transaksi anggota depeer, jenderal siluman
dan bupati setempat
dan aku bertanya jauh di kawah jiwaku
: apa arti kebangkitan nasional
bagi pengkhianat yang sedang menjabat
mengapa pengkhianat-pengkhianat bisa lolos
jadi anggota dpr, hakim atau jaksa agung, jenderal
atau apalah namanya
birokrat atau aparat

seratus tahun kebangkitan nasional
hanya menyisakan bangkai-bangkai rakyat
terkapar dihisap busung lapar
seperti terkaparnya para inlander
berhari-hari mayat mereka tak diurus
membusuk di jalan terpanjang di pulau jawa itu

lihat! iring-iringan pahlawan itu
menjerit dan menangis mengisi lembaran hari ini
wajah-wajah imam bonjol, diponegoro, cut nyak dien, kartini, hatta, sokarno atau sujiman
akankah mengisi lembaran indonesia ke depan
dan pengkhianat-pengkhianat yang telah menjelma tikus rakus
dapat dibersihkan dari gedung parlemen, departemen-departemen,
lembaga-lembaga yang mengatasnamakan rakyat
tapi ternyata berkhianat
astagaaa,
keppparattt!!!

1908 – 2008

pattimura, hasanudin, teuku umar, cut nyak dien,
diponegoro, imam bonjol, antasari, cik ditiro
satu persatu telah dipatahkan
dan belenggu itu tetap abadi

detik-detik gerakan pembebasan itu berlalu
darah dan tubuh terkapar beku
1908 adalah kepastian
bara membakar mayat bergelimpangan
ruh terus meronta!
mengibar sangsaka di bumi persada
bergemuruh lagu kemerdekaan
kaki-kaki menghentak
meretas buhul penjajahan

seratus tahun kebangkitan bangsa
penjajah berkulit coklat menduduki gedung-gedung parlemen, departemen,
menduduki pertambangan, membabat hutan
merah putih terbakar
lagu kebangsaan merintih seperti lagu rintihan artis dangdut
apel bendera hari senen
tinggal ritual kosong tak bermakna
maling-maling yang tak berwatak
menjadikannya sebagai lobbi transaksi koruptor

apa arti 1908 bagi kita?
Kebangkitan nasional hanyalah mimpi pembebasan
khayal kemerdekaan
darah dan air mata terus ditumpahkan
satu abad kebangkitan bagi kita
hanya busung lapar, kematian dan kesiasiaan!

Prang Sabil Melawan Koruptor dan Kebangkitan Nasional

catatan tua java bode courant:

24 januari 1873
mesjid raya banda atjeh dibakar
kaphee-kaphee belanda
datang bawa bencana
membakar!
membunoh!
cik pantekulu datang menyeru
jak tamurang hai boh atee
mujak matee beuta ridla
hudon adoe gulam beuda
jak prang kaphee cang belanda
(pergi berperang wahai jantung hatiku
relakan walaupun mati akhirnya
bangunlah dik, sandang senapan
pergi perangi kafir belanda laknat ilahi)

roda-roda kumpeni telah menggulung rakyat atjeh
korban kebiadaban kolonial bergelimpangan
menelusuri tahun-tahun yang membanal
apa artinya kebangkitan nasional
jika matarantai kekalahan perang-perang brutal
dimenangi pengkhianat menjunjung tinggi kaphee-kaphee belanda keparat

cik pantekulu kembali berseru:
dalam seuruga saboh ayoen
mealon-alon, mengisa-gisa
soeteu meeneng eklam ayoenan
seulamat iman atee lam dada
(dalam surga ada sebuah ayunan
beralun-alun berputar-putar
siapa yang naik dalam ayunan
selamat iman dalam dada)

aku ingin ikuti seruan cik pantekulu, syek saman
berjihad lawan kaphee-kaphee belanda
tapi kini menjelma koruptor-koruptor yang mulutnya selalu menganga
kaphee-kaphee belanda itu
kini menjelma pejabat yang membabat hutan
yang membiarkan rakyat kelaparan
syekh saman dan cik pantekulu mendorong jihad menyeru menyerang koruptor-koruptor itu::
Jak kutatak ayak kudangdi
ie mon hayati ie krueng kaukousa
nyang teumeng jieb ie man hayati
nyang prang sabi asoe seuruga
tulong Allah majizat Nabi/
nyang cang koruptor asoe seuruga
( mari kutatak ayak kudang di
air perigi hayati serupa sungai kausar
yang dapat minum air perigi untuk hidup
hanya yang berperang sabil
tolong ya Allah mukjizat nabi
yang bukan koruptor pasti surga)

berjuta rakyat hari ini
terlipat-lipat dalam kemiskinan
mari berjihad memerangi teroris-teroris yang kehilangan nasionalis
ngaku pejabat, birokrat, aparat yang membela rakyat
ternyata pengkhianat yang menyengsarakan rakyat!

YANG BEKU DITELAN WAKTU (1)

ketika sejarah telah mencabik-cabik
lengan kemanusiaan
tentara berseru kepada manusia
“kibarkan kain hijau
segera turunkan bendera kuning
tak ada kesedihan di sini!”
orang-orang berwajah pucat melakukan perintahnya
orang-orang itu akhirnya berkata dengan bibir gemetar:
“tapi kami ingin kebebasan
agar kami produktif
melahirkan angan-angan
kami tak ingin
kebebasan dan angan-angan kami
terampas kembali!”
tentara itu tertunduk sedikit merenung
tapi akhirnya
ia todongkan senjata otomatis
dan orang-orang itu mengangkat tangan
kembali berlindung di balik kenangan
yang muram
kini air mata mereka menetes
ke dalam jiwa
lantai sukma penuh ceceran darah
padahal senjata otomatis itu
tak pernah dipetik
yang pelurunya menembus dada
dan membentur kepala

ketika sejarah telah merobek-robek
tubuh manusia
sepuluh tentara bertopeng masker, menggenggam
pentungan dan menyandang senjata otomatis
mengeroyok seorang mahasiswa
yang menggelepar dan meronta
di aspal jalanan
kepalanya bocor dan wajahnya sembab
berlumur darah
dan sepuluh tentara berkata:
“merdeka!”
sambil meninggalkan mahasiswa
yang beku ditelan waktu.

YANG BEKU DITELAN WAKTU (2)

Namun sejarah kembali mencabik-cabik
Tubuh kemanusiaan
Polisi berseru kepada mahasiswa:
“hentikan demonstrasimu!”
dan orang-orang tanpa senjata itu
berlindung di balik beton-beton kampus
aparat merangsek kepala mereka
dengan tembakan, pentungan
dan benturan tangan kekar ke dinding duka

seorang polisi terlihat merenung
tapi ia terpicu melihat teman-temannya
terus menghajar ratusan mahasiswa
dengan tendangan sepatu lars, siraman
gas airmata dan kebrutalan
yang menyamai serdadu israel
yang menghajar rakyat palestina

o airmata ibunda
telah mernetes lagi di bumi pertiwi
tiada guna perkataan minta maaf
sementara anak bangsa
berjatuhan seperti sipil tak berdaya
permintaan maaf hanyalah kamuflase
karena nanti
ada lagi permintaan maaf
yang kesekian ribu
sejumlah mahasiswa membisu
ditelan waktu.
(refleksi hancurnya mental polisi dan tentara indonesia menghadapi aksi demokrasi).

YANG BEKU DITELAN WAKTU (3)

tatkala sejarah merobek kanvas kemanusiaan
sejumlah mahasiswa bertahan
sembari berseru :
“damai! damai!”
namun orang-orang tepekur sejenak
ternyata bersiasat seperti burung onta
darah menetes-netes
di lantai ubin putih
sejumlah aparat memburu
calon-calon pemimpin bangsa
dengan bengisnya

tak layak tentara itu berkuasa kembali
jika hanya mencecerkan isi benak mahasiswa
meratapi tanah kusir
dengan korban-korban kebrutalan mereka
di negeri yang remuk dihajar koruptor
cinta pun beku ditelan waktu.

YANG BEKU DITELAN WAKTU (4)

jubah kemanusiaan
telah hancur diledakkan kebrutalan
siapa yang tertembak
di tragedi semanggi I
telah bersemayam di pangkuan
ibu pertiwi
daun-daun kamboja
senantiasa meratap
karena ia tak rela
anak-anak muda brilian dan pemberani
mati karena kesetiaan aparat pengecut
kepada jenderalnya
dan berkhianat
kepada rakyat!

YANG BEKU DITELAN WAKTU (5)

pagi itu
seorang petugas menjemput
seorang yang dituduh
melawan negara

siapakah negara itu
wahai tuan-tuan terhormat?

pagi itu
seorang penjahat
telah membangkai
dan seperti anjing
mayatnya terbungkus
dalam karung yang diikat

dimana hukum kalian letakkan
wahai tuan-tuan keparat?
penjahat-penjahat itu
pun beku ditelan waktu.

YANG BEKU DITELAN WAKTU (6)

seperti gemuruh pasukan diponegoro
bertindak tegas dan tangkas
tapi rakyat tak menatap mata
jernih pasukan-pasukan itu
siapakah mereka?
itulah pasukan orde baru
tiga puluh dua tahun
rakyat indonesia beku
ditelan waktu!

YANG BEKU DITELAN WAKTU (7)

karena demo yang memanaskan
emosi aparat
tiga tentara
tersungkur dilempar batu
tak lama setelah itu
sepuluh mahasiswa
terkubur ditembus peluru

karena tak tahan ejekan mahasiswa
seorang polisi emosi
dan membocorkan kepalanya
dengan pukulan pentungan
yang sangat keras
dan seorang mahasiwa
menari di tengah kerumunan
mahasiswa dan tentara
sambil bernyanyi:
“o tirani
kapan kau pergi
agar kami
rakyat tak berharta dan
tak berkuasa ini
bebas dari cengkeramanmu!”

dan kulihat vanessa mae
mengiringi mahasiswa itu
dengan sebuah biola
di cakrawala
peristiwa itupun
beku ditelan waktu.

YANG BEKU DITELAN WAKTU ( 8)

gerimis-gerimis kecil
tertawan sesosok tank baja
gerimis berkata kepada sopirnya:
+“kepada siapa tank baja ini
tuan arahkan?”
-“kepada mahasiswa!” jawab tentara
+”kenapa mahasiswa, tidak kepada
musuh yang menyerang negara?”
tanya gerimis
-“sebab mahasiswa adalah musuh negara,
yang menyerang dari dalam!” jawab sopir tank baja
+”ah tuan ada-ada saja
agaknya mahasiswa bukan musuh negara
tapi musuh penguasa!
jangan tuan samakan negara dan penguasa
nanti tuan kualat setelah tua renta! Jawab gerimis
-“ah, gerimis, ini hanya rahasia antara kita saja
jangan bilang siapa-siapa ya?”
ujar sopir tank baja
rahasiapun beku ditelan waktu!

YANG BEKU DITELAN WAKTU (9)

o tirani
kaulah kepala batu
di negeri ini
antara tirani, korupsi,
kolusi dan nepotis
kalian berjalan seiring
menginjak tubuh rakyat
melindasnya dengan kenaikan bbm
menelikungnya dengan
penangkapan dan penculikan

o tirani
kini wajahmu
membayang lagi
aku tak sudi
kau kembali
jadi hantu di siang hari
dan semua kenangan
beku ditelan waktu.

YANG BEKU DITELAN WAKTU (10)

ingatlah
betapa pemimpin negeri ini
tak sedikitpun mengenal rasa kasih
kepada rakyatnya sendiri
pejabatnya menilep uang negara
sudah biasa
polisinya tak pernah sabar
menghadapi masyarakatnya
main pukul, pentungan selalu bicara,
mandi gas airmata
sudah biasa
tentaranya menampar , menembak, menculik
alah biasa
kini dia datang lagi
kini membayang lagi
nurani rakyat penuh luka
membeku ditelan waktu.

YANG BEKU DITELAN WAKTU (11)

o seruling kekuasaan
begitu indahnya
rakyat terpesona mendengar
nadanya yang mempesona
seluruh jiwa dan raga
mereka serahkan kepada penguasa
tapi lima tahun mereka
diperas habis-habisan
ibarat kelapa
penguasa mengambil santan
dari keikhlasan rakyat jelata
ampasnya mereka buang
ke kali mati

lima tahun kemudian
seruling kekuasaan ditiup kembali
aneh juga
rakyat yang sudah kempes habis diperas
datang lagi
mendengar indahnya suara seruling
juga janji-janji seruling
yang melenakan
semua hanya membeku
ditelan waktu.

YANG BEKU DITELAN WAKTU (12)

di tengah jembatan
seekor kuda melangkah menarik sado
dan kusir bertanya:
“wahai kuda
bisakah kau terbang? Tanya kusirnya
“oh , aku bukan burung tuan!”
“tapi jika kau bisa terbang
terbanglah sejenak!” ujar kusir
“caranya?” tanya kuda
“kau terjun ke sungai
maka terbanglah kau sejenak!” ujar kusir lagi
“agaknya aku ini gambaran rakyat sebuah negara.
tuan kusir adalah pemimpinnya. suatu kala
memang ada pikiran tuan kusir agak gila. Begitu
juga pemimpin negara. Sering gilanya
dibanding warasnya”. Jawab kuda kepada tuan kusir
“engkau cerdas wahai kudaku. maka larilah hai kudaku
toh dengan omonganmu yang berani itu
kau akan beku ditelan waktu!”.

YANG BEKU DITELAN WAKTU (13)

suatu hari
seekor rusa di taman monas berorasi
sambil baca puisi
hanya aku yang tahu
bahwa sang rusa sedang berpuisi
seluruh penduduk kota
sibuk memburu rezeki
“dengarlah wahai penyair”. ujar rusa
“pusing aku memikirkan negeri ini
karena pemimpinnya
bukanlah pemimpin sejati
setengah dari dirinya
berjiwa pemimpin
tapi setengah lagi berjiwa preman”.
“yang mana dari tubuh pemimpin
yang berjiwa pemimpin? Tanyaku
“aku tak bisa menerangkannya!”
“yang mana dari tubuh pemimpin itu
yang berjiwa preman?” tanyaku lagi
“aku tak bisa mengatakannya
tapi terasa dalam jiwaku sendiri! jawab rusa
jika puisimu didengar pemimpin negeri ini
wahai sang rusa
sudah lama dirimu
beku ditelan waktu!

KEPADA LARA LARISSA

di yuriatin
langit moskow yang gelap lenyap
gemuruh tsar yang runtuh
barisan demonstran di gapura tver
sampai gapura calluga
menjelma titik-titik salju
di halaman perpustakaanmu yang kuyu
jika kau ingat bajingan kologrivov
kau ingin memuntahkan isi pistolmu kembali
tapi di yuriatin, dusun
terpencil diselimuti salju
kau ingin menyendiri
membesarkan katenka1
menjadi guru di sekolah menengah di sana

di varikino
tatkala dokter zhivago membawa keluarganya
bermalam di sana
mereka telah terselamatkan
tatkala tentara putih menjarah
dusun sunyi itu
dokter zhivago telah pergi
istri dan anak-anaknya diboyong mertuanya
ke moskow
tapi zhivago terdampar di yuriatin
di sini dokter zhivago dibentuk kebiasaan yang salah
jatuh ke pelukan lara larissa
berhari-hari zhivago berada di atas kereta
turun di stasiun kereta kota moskow
sambil berlari tersengal
lalu ditikam serangan jantung
lara larissa mengejarnya dari yuriatin
mendapati zhivago
menghembuskan nafas terakhir:
kebenaran hanya dicari oleh perorangan
dan mereka ini memutuskan hubungan
dengan orang-orang yang tidak cukup mencintai
berapa banyak di dunia ini
yang kukuh pada kesetiaan
sangat sedikit sekali
saya kira orang harus setia
kepada keabadian
yang menjadi kata lain dari hidup
kata yang justru lebih kuat untuk abadi.

Ciputat, 20-12-2005

Juftazani, lahir pada 11 November 1960. Mulai menyair sejak duduk di bangku kelas IV PGAA(Kelas I SLA) Negeri Pekanbaru pada tahun 1978,. ia meneruskan karir kepengarangannya di Yogyakarta sejak tahun 1980 sampai tahun 1988 sejak ia duduk di bangku kuliah Fak.adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kini berprofesi sebagai guru,. Menulis di berbagai Media Pusat dan Daerah seperti Masa Kini, Berita nasional, Eksponen di Yogyakarta. Bandung Pos, Pikiran Rakyat dan mitra Desa di Bandung. Republika, <Media Indonesia, Berita Buana, Majalah Humor, Monalisa, Ummi, Annida, Suara Karya, Jayakarta, di jakarta. Juga di Riau Pos, Haluan di Sumatera.

Kekuatan dan pengalaman spiritual yang cukup intens dan lama telah
memberikan puisi-puisi yang lain, yang jarang ditulis para penyair umumnya. Aku mencintai kematian, juga kehidupan seperti dua sisi mata uang yang dibolak-balik puluhan ribu kali tetap memberi kepastian bahwa hidup dan
mati adalah satu kesatuan yang utuh. Bila aku mengalami betapa indah hidup ini, masya Allah, betapa jauh lebih indah kematian. Kematianlah yang
menjadikan jiwa dan ruh ini puas, karena airmata yang berlinang bagai laut
yang tumpah ke daratan sebuah benua dengan sempurna. Bagai sebuah persetubuhan yang mengundang siapa saja untuk mengalami keindahannya.
Juftazani, lahir di Pekanbaru, 11 November 1960. Menulis sejak duduk di bangku PGAA Negeri Pekanbaru 1977, lalu diteruskan di Yogyakarta ketika ia kuliah di Fak.Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1981-1988. Menulis di berbagai media massa pusat dan daerah, dan antologinya tersebar di banyak antologi bersama
Selain menulis puisi, artikel budaya, dan cerpen ia juga rajin menulis opini di berbagai koran Jakarta. Berasal dari kedua orangtua penganut Tharekat Naqsyabandiyah di Pekanbaru, namu n ia tak meneruskannya pada tharekat yang sama, ia memasuki tharekat Idrisiyah Wassanusiyah di Tasikmalaya dari tahun 1988 sampai sekarang
Alamat email juftazani@yahoo.com atau jftazani@gmail.com

Iklan

Responses

  1. The action taken to local and national disasters is awesome but it’s a real shame that so many citizens take advantage of the negative situations.

    I mean everytime there is an earthquake, a flood, an oil spill – there’s always a group of heartless people who rip off tax payers.

    This is in response to reading that 4 of Oprah Winfreys “angels” got busted ripping off the system. Shame on them!
    http://www.cbsnews.com/blogs/2009/08/19/crimesider/entry5251471.shtml

  2. Архитектор. Покупка кабеля
    Нужен сантехник
    http://build.su/index.php?s=60fcda64a4dddd6d3f1ebbd9a9e5500d&act=SF&f=341


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: