Oleh: Taufan Hidayat | Desember 20, 2008

Sa’di dan Kemiskinan

Arcamanik (20 Desember 2008), Bandung — Pagi yang cerah, matahari telah merambat dan mulai memanas, tapi anak-anak SCM (Sekolah Cerdas Muthahhari), termasuk anak saya yang paling kecil, Adil, bergabung dalam keriangan acara Bakti sosial SCM. Mendampingi anak-anak tentu saja aktifitas yang sangat menyenangkan.
Kala siang telah menyengat, Kang Jalal, sapaan akrab KH Jalaluddin Rakhmat memberikan tausiyah seputar bakti sosial dengan mengutip sepenggal sajak Sa’di: Jika kita tak ada lagi kepedulian pada sesama, masih pantaskah kita disebut sebagai manusia?
Puisi Sa’di yang diabadikan di gerbang Unesco, PBB, ini terasa begitu hampa di tengah gemuruh kapitalisme. Kita hidup di tengah-tengah belantara slogan.

Iklan

Responses

  1. Sebuah kutipan yg layak dipasang besar2 di pintu depan rumah kita….Wong Pamulang

  2. this is amazing article for me. that right!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: